Proof of Reserve (PoR) Kenapa User Exchange Crypto Harus Peduli Soal Ini?

Nyimpen semua aset crypto di exchange? Yakin aset user beneran disimpen sama exchange? Atau jangan-jangan aset user dipake? Disinilah transparasi Proof of Reserve (PoR) dibutuhkan.

Gara-gara drama di platform X yang terjadi oleh satu akun dan petinggi indodax pada ribut, kalimat Proof of Reserve jadi bahan pembahasan panas.

User CEX lokal indonesia jadi mulai bertanya-tanya “aset gue di exchange itu beneran ada apa kagak?”

Dan di sinilah Proof of Reserve alias PoR jadi penting banget, walaupun masih sedikit user crypto Indonesia yang sadar soal ini.

Daftar Isi

  1. Apa Itu Proof of Reserve?
  2. Kenapa Proof of Reserve Penting Buat User Crypto?
  3. Gimana Cara Kerja Proof of Reserve
  4. Exchange Resmi Pasti Ada Proof of Reserve?
  5. Proof of Reserve Itu Jaminan Aman?
  6. Gimana dengan Exchange Lokal Indonesia?
  7. Cara Ngecek Proof of Reserve
  8. Sikap Paling Waras Buat User Crypto

Apa Itu Proof of Reserve?

Proof of Reserve itu sederhananya bukti kalau exchange beneran megang aset user, bukan cuma nampilin angka doang di aplikasi. Jadi bukan sekadar klaim “kami aman”, tapi ada data yang bisa dicek publik.

Tanpa PoR, saldo yang lo lihat di exchange itu sebenernya cuma data di database internal. Lo nggak pernah tau apakah aset itu disimpen utuh, diputer buat bisnis lain, atau malah dipake nutup lubang keuangan exchange itu sendiri.

Crypto itu lahir dari ide “nggak perlu percaya siapa pun”. Tapi ironisnya, kalau pakai exchange tanpa PoR, lo justru dipaksa percaya penuh.

Kenapa Proof of Reserve Penting Buat User Crypto?

Karena exchange itu bukan bank. Begitu lo deposit crypto ke exchange, aset itu udah bukan di tangan lo lagi. Private key dipegang exchange, lo cuma dikasih “janji” kalau aset lo bisa ditarik kapan aja.

Selama semuanya normal, aman-aman aja. Masalahnya, krisis nggak pernah keliatan sebelum kejadian.

FTX itu contoh paling nyata. Dari luar keliatan sehat, sponsor di mana-mana, CEO dielu-elukan. Tapi di belakang layar, dana user dipake buat kepentingan lain. Begitu user panik dan narik dana barengan, semuanya ambruk.

Kalau dari awal ada Proof of Reserve yang jelas dan bisa diverifikasi, sinyal bahaya itu harusnya bisa keliatan lebih cepat.

Gimana Cara Kerja Proof of Reserve

PoR itu sebenernya cuma mau ngebuktiin dua hal, yaitu exchange punya aset, dan aset itu cukup buat nutup saldo user.

Pertama soal aset, exchange bakal nunjukin alamat wallet on-chain yang mereka kontrol. Karena blockchain itu terbuka, siapa pun bisa cek isinya.

Jadi kalau exchange bilang pegang sekian BTC atau ETH, lo bisa lihat sendiri apakah jumlahnya masuk akal atau enggak.

Kedua soal kewajiban. Ini yang sering bikin bingung. Exchange harus nunjukin total saldo user yang jadi tanggung jawab mereka, tapi tanpa bocorin data pribadi. Biasanya dipake sistem kriptografi kayak Merkle Tree, di mana saldo user diacak dalam bentuk hash.

Hasilnya, lo bisa ngecek dan saldo lo sendiri ikut dihitung, tanpa tau saldo orang lain. Kalau total aset lebih besar atau sama dengan total kewajiban, exchange itu masih sanggup bayar user, setidaknya pada saat angka PoR itu diupdate.

Exchange Resmi Pasti Ada Proof of Reserve?

Jawabannya belum tentu. Di Indonesia, exchange bisa terdaftar dan legal, tapi nggak wajib punya Proof of Reserve yang transparan ke publik. Regulasi lebih fokus ke izin dan operasional, bukan ke pembuktian cadangan aset secara real-time.

Makanya masih ada exchange yang:

  • legal tapi nggak buka PoR sama sekali
  • buka PoR tapi gak diaudit pihak ketiga
  • atau cuma jadiin PoR buat bahan marketing

Banyak user nganggep legalitas itu jaminan mutlak, padahal transparansi itu juga gak kalah penting.

Proof of Reserve Itu Jaminan Aman?

Jawaban jujurnya nggak juga. PoR nggak bisa ngejamin exchange nggak bakal fraud, nggak bisa ngejamin manajemen selalu jujur, dan nggak bisa gantiin kontrol pribadi atas aset lo.

Tapi tanpa PoR, user bener-bener buta. Minimal dengan PoR, lo punya pegangan buat nilai apakah exchange masih sehat atau mulai mencurigakan.

Gimana dengan Exchange Lokal Indonesia?

Nah ini bagian yang sering bikin kaget. Mayoritas exchange lokal yang legal dan terdaftar belum punya Proof of Reserve publik yang bisa diverifikasi on-chain atau informasinya sangat terbatas

Biasanya exchange lokal lebih fokus ke izin, kepatuhan, dan ngasih laporan ke regulator, bukan transparansi cadangan aset ke user.

Jadi walaupun legal, user tetap nggak bisa ngecek langsung apakah aset mereka beneran ada atau enggak.

Ini bukan berarti exchange lokal pasti bermasalah, tapi tingkat transparansinya masih rendah dibanding exchange global yang punya PoR publik.

Cara Ngecek Proof of Reserve

Lo nggak perlu jadi programmer atau blockchain engineer buat ngecek PoR. Minimal, ini langkah yang bisa lo lakuin biar bisa sedikit lebih tenang:

  1. Buka coinmarketcap lalu ketik “indodax” di kolom pencarian, atau buka coingecko lalu ketik “indodax” di kolom pencarian, lalu klik tab “proof of reserves”
proof of reserve indodax

Kalau exchange gede tapi nggak punya halaman PoR sama sekali, itu red flag pertama.

2. Cek ada wallet on-chain atau nggak? PoR yang bener harus:

  • nampilin alamat wallet
  • bisa dicek lewat blockchain explorer
  • bukan cuma angka di tabel atau PDF

Kalau cuma klaim “kami punya cadangan cukup” tanpa bukti on-chain, itu bukan PoR.

3. Pastikan ada bukti liabilities (saldo user). Ini poin yang sering dilewatin.

4. Lihat update & konsistensinya, PoR yang bagus itu:

  • di-update berkala
  • bukan cuma sekali lalu hilang
  • ada penjelasan metodologi

PoR sekali upload lalu nggak pernah diupdate itu nggak ada gunanya.

5. Jangan berhenti di PoR, walaupun exchange punya PoR lo tetep harus mempertimbangkan:

  • gak simpan semua aset di exchange
  • tetap pakai cold wallet buat jangka panjang
  • anggap exchange cuma tempat lewat

PoR itu alat bantu keputusan, bukan alasan buat full percaya sama exchange.

Sikap Paling Waras Buat User Crypto

Kalau lo main crypto, mindset-nya jangan anggap exchange sebagai brankas. Exchange itu tempat transaksi, bukan tempat nyimpen aset lo.

Kalau exchange tempat lo naruh aset itu nggak transparan soal cadangan (reserve), itu udah sinyal buat jangan taruh aset di situ. Apalagi kalau jumlahnya udah signifikan.

Proof of Reserve bukan cuma urusan orang yang ngerti teknis. Ini soal hak user buat tau apakah dana mereka beneran aman.

Selama user Indonesia masih cuek, exchange nggak punya dorongan kuat buat transparan. Tapi makin banyak yang melek PoR, makin sempit ruang buat exchange main belakang.

Di crypto, kepercayaan itu mahal. Dan Proof of Reserve adalah salah satu cara paling dasar buat ngebuktinya.

Tinggalkan komentar

I’m Malik

Seorang crypto enthusiast yang nyemplung di dunia crypto sejak 2019 dan kebetulan hobi nulis. Di sini gue cuma mau sharing, biar lo yang baru mau invest crypto nggak ngelakuin kesalahan yang sama kaya gue dulu.

Follow Biar Dapet Update Terbaru